Sertifikasi Sistem Manajemen

Sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai fasilitator dan regulator pasar modal berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan tata kelola yang diterapkan secara konsisten di perusahaan. Dalam rangka untuk menjaga dan memastikan penerapan Sistem Manajemen yang efektif, dilakukan audit secara berkala oleh badan sertifikasi untuk penerapan Sistem Manajemen berikut ini:

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001

Pada tahun 2005, pertama kalinya PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) menerapkan Sistem Manajemen Mutu untuk penyediaan fasilitas Disaster Recovery Center (DRC) dan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000. Kemudian pada tahun 2010, dilakukan perluasan lingkup penerapan Manajemen Mutu secara corporate wide termasuk Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia sesuai ISO 9001:2008. Seiring dengan perkembangan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, pada tahun 2017, BEI mendapatkan sertifikat penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Di awal tahun 2018 BEI mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 secara corporate wide.


Certificate Number: ID05/00702

Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001

Sertifikat ISO 27001 diperoleh BEI secara bertahap, dimulai pada tahun 2012 untuk fungsi yang dianggap kritikal. Kemudian secara konsisten terus dilakukan perluasan lingkup hingga pada tahun 2015 BEI telah mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001 untuk lingkup corporate wide pada keseluruhan fungsi di Perusahaan. Hal ini sebagai bentuk komitmen BEI untuk selalu meningkatkan tata kelola Perusahaan khususnya dalam pengelolaan ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan informasi. BEI juga melakukan peningkatan standar ISO 27001 yang digunakan dari versi tahun 2005 menjadi versi tahun 2013 pada tahun 2015.


Certificate Number: IS 584308

Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha ISO 22301

BEI telah menerapkan Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha ISO 22301:2012 guna menjamin ketersedian layanan kepada interested parties apabila terjadi gangguan layanan operasional Perusahaan. Sejak tahun 2013 BEI telah melakukan serangkaian simulasi untuk menguji rencana kelangsungan usaha dan Rencana Pemulihan Sistem Teknologi Informasi pada lokasi alternatif yang telah ditetapkan untuk memastikan kesiapan Perusahaan dalam menghadapi ancaman dan gangguan kelangsungan usaha di BEI. Pada tahun 2018 BEI mendapat sertifikat Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha ISO 22301:2012.

Certificate Number: BCMS 690198

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001

Seiring dengan berjalannya waktu dan menyesuaikan dengan perkembangan industri pasar modal yang semakin meningkat, BEI senantiasa melakukan continuous improvement pada sistem manajemen, berupa pengkinian acuan sistem manajemen yang telah diterapkan atau pengembangan sistem manajemen baru. Pada tahun 2021, sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu implementasi dan sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis SNI ISO 37001 pada Lembaga Jasa Keuangan, maka BEI saat ini sedang mengembangkan SMAP berbasis SNI ISO 37001 dengan target sertifikasi pada akhir tahun 2021.

Hal ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen dan peningkatan berkelanjutan BEI dalam penerapan GCG secara konsisten dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik-praktik korupsi, penyuapan dan gratifikasi yang merugikan perusahaan atau bahkan negara. Komitmen tersebut dituangkan dalam Komitmen dan Kebijakan Anti Penyuapan PT Bursa Efek Indonesia.

Sebagai upaya peningkatan penerapan Pedoman Perilaku BEI yang sesuai dengan penerapan SMAP berbasis SNI ISO 37001, BEI telah menetapkan Surat Edaran Internal perihal Memberi dan Menerima Hadiah bagi Karyawan, yang antara lain mengatur bahwa perseroan (karyawan) tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun (termasuk namun tidak terbatas pada uang, makanan, dan/atau barang) atas transaksi yang dilakukan antara perseroan dengan pihak ketiga (rekanan atau pelanggan).

Saat ini, BEI telah memiliki sarana untuk pelaporan dugaan pelanggaran yang memiliki potensi kerugian finansial maupun nonfinansial, termasuk hal-hal yang merusak citra BEI, yaitu Whistleblowing System (WBS) BEI yang dapat digunakan oleh Pihak Internal BEI maupun Pihak Eksternal BEI. Dalam operasional penyelenggaraan WBS, BEI telah memiliki Pedoman dan SOP terkait pengelolaan WBS.

 
Gagal Mengirim Data Tutup

Jangan ragu untuk memberikan informasi dan tanggapan Anda kepada kami

Kirim

Terima kasih atas kritik dan saran anda