Perpajakan

Perpajakan dalam Investasi Saham

Tipe Pendapatan Wajib Pajak Dalam Negeri Wajib Pajak Luar Negeri
Transaksi Penjualan Saham
Individu dan Badan Usaha 0,1% dari nilai bruto transaksi penjualan saham
[PPh Pasal 4 ayat 2]
* Transaksi penjualan saham pendiri berlaku tarif tambahan 0,5% dari nilai saham perusahaan pada saat penutupan bursa efek di akhir tahun 1996, atau nilai IPO saham untuk perusahaan yang diperdagangkan setelah 1 Januari 1997.
* Ditambah Biaya transaksi BEI serta VAT Broker Fee sebesar 10%.
0,1% dari nilai bruto transaksi penjualan saham
[PPh Pasal 4 ayat 2] 
Dividen
Individu 10% dari penghasilan bruto (NPWP)
[PPh Final Pasal 4 ayat 2]
o 20% dari penghasilan bruto (Non-Tax Treaty)
[PPh Pasal 26]
* Tax Treaty berlaku bagi negara domisili WPLN mempunyai perjanjian perpajakan dengan Indonesia dan terdapat Surat Keterangan Domisili (COD).
Badan Usaha 15% dari penghasilan bruto (NPWP), 30% (non-NPWP)
[PPh Pasal 23]
* Tidak berlaku bagi kepemilikan saham > 25%.


Perpajakan Pada Investasi Obligasi

Tipe Pendapatan Wajib Pajak Dalam Negeri Wajib Pajak Luar Negeri
Bunga dan/atau Diskonto*
Individu dan Badan Usaha 10% pemotongan pada saat jatuh tempo Obligasi.
[PP 91 tentang PPh atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap]
20% dari penghasilan bruto (Non-Tax Treaty)
[PPh Pasal 26]
* Tax Treaty berlaku bagi negara domisili WPLN mempunyai perjanjian perpajakan dengan Indonesia dan terdapat Surat Keterangan Domisili (COD).
* Bunga adalah jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi, diskonto adalah selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan.
* Bunga Obligasi Yang Tidak Dikenai Pemotongan PPh Pasal 3 ayat (1) :
- Wajib pajak dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau telah mendapat izin dari OJK.
- Wajib Pajak bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia