Tata Kelola Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan atau Corporate Governance (selanjutnya disebut sebagai CG) merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengarahkan pengelolaan perusahaan secara profesional berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independen, kewajaran dan kesetaraan. BEI sebagai fasilitator dan regulator pasar modal di Indonesia memiliki komitmen untuk menjadi Bursa Efek yang sehat dan berdaya saing global.

Penerapan komitmen CG yang baik atau biasa disebut Good Corporate Governance (GCG) terkandung pada misi Perusahaan yaitu menciptakan daya saing untuk menarik investor dan emiten melalui pemberdayaan Anggota Bursa dan Partisipan, penciptaan nilai tambah, efisiensi biaya serta penerapan good governance.

BEI telah berhasil menerapkan pedoman, kerangka kerja serta prinsip-prinsip CG secara efektif dan efisien dalam kegiatan operasional Perusahaan dan senantiasa memperbaiki praktik CG di masa yang akan datang. Manfaat dari penerapan GCG dapat berdampak positif pada terciptanya akuntabilitas Perusahaan, transaksi yang wajar dan independen, serta kehandalan dan peningkatan kualitas informasi kepada publik.

Tujuan BEI menerapkan CG yaitu:

  1. Sebagai pedoman bagi Dewan Komisaris dalam melaksanakan pengawasan dan pemberian saran-saran kepada Direksi dalam pengelolaan Perusahaan. 

  2. Sebagai pedoman bagi Direksi agar dalam menjalankan kegiataan sehari-hari Perusahaan dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dengan memperhatikan Anggaran Dasar, etika bisnis, perundang-undangan dan peraturan yang berlaku lainnya. 

  3. Sebagai pedoman bagi jajaran manajemen dan karyawan BEI dalam melaksanakan kegiatan maupun tugasnya sehari-hari sesuai dengan prinsip-prinsip CG.


Strategi BEI agar implementasi CG berjalan dengan baik (GCG) yaitu:

  1. Memelihara Pedoman, Piagam, dan Prosedur Tata Kelola secara konsisten

    BEI melakukan proses review secara berkala terhadap Pedoman, Piagam dan Prosedur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pedoman, Piagam, Prosedur sehingga BEI dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik. Pengkinian Pedoman, Piagam dan/atau prosedur kerja tersebut antara lain:

    • Pedoman Tata Kelola Perusahaan

    Salah satu komitmen dan wujud penerapan GCG di BEI adalah dengan memasukkan penerapan GCG pada misi perusahaan. Kunci sukses dan berkesinambungan dari penerapan GCG di BEI adalah berfungsinya organ-organ utama Perusahaan yaitu RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi secara efektif. Disamping itu juga berfungsinya organ-organ pendukung secara efektif akan sangat membantu meningkatkan penerapan GCG perusahaan.

    BEI merupakan badan hukum Perusahaan Terbatas yang diatur secara khusus berdasarkan Undang Undang Pasar Modal, sehingga penerapan GCG nya pun tidak seperti yang diterapkan pada Perusahaan Terbatas pada umumnya tetapi juga mengikuti ketentuan dan peraturan OJK. Oleh karenanya Pedoman Tata Kelola Perusahaan disusun dengan memperhatikan karakteristik governance di BEI yang berfungsi sebagai regulator dan sekaligus fasilitator di bidang Pasar Modal dengan tetap mengikuti ketentuan dan peraturan OJK. Pedoman Tata Kelola Perusahaan dapat dilihat dengan mengklik tautan ini.

    Bursa Efek Indonesia didirikan dalam rangka menunjang kebijakan negara dalam pengembangan Pasar Modal serta menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar, dan efisien. Secara rinci, maksud, tujuan dan kegiatan BEI telah diatur dalam Agggaran Dasar perusahaan. Persetujuan Anggaran Dasar Bursa Efek dilakukan oleh OJK dengan mengacu pada Peraturan NOMOR 2 /POJK.04/2019 tentang Tata Cara Pemberian Persetujuan Anggaran Dasar Bursa Efek.

    • Pedoman Perilaku

    Penerapan Code of Conduct secara konsisten merupakan bagian terpenting dalam upaya meningkatkan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) dan sehat serta mendukung penguatan nilai dan budaya yang dimiliki perusahaan guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif.

    BEI sebagai regulator dan fasilitator pasar modal di Indonesia memiliki komitmen untuk menjadi Bursa Efek yang sehat dan berdaya saing global. Untuk itu, Pedoman Perilaku disusun agar dapat menjadi acuan bagi segenap jajaran Manajemen dan Karyawan Perusahaan dalam membangun dan membina hubungan kerja yang lebih sehat, profesional, dan harmonis dengan sesama Karyawan, Dewan Komisaris, Direksi, Anggota Bursa Efek, Perusahaan Tercatat, Rekanan, Pelanggan, Pemerintah, dan masyarakat. Hal tersebut akan tercapai  dengan adanya keselarasan  antara aspek-aspek yang terdapat dalam Pedoman Perilaku, Visi, Misi dan Nilai-nilai Perusahaan yaitu Teamwork, Integrity, Professionalism, dan Service Excellence (TIPS).

    Pedoman Perilaku ini dimaksudkan untuk membangun budaya yang menjunjung tinggi kerja sama tim, integritas, kejujuran, independensi, kualitas, tanggung jawab,  profesionalitas seluruh Insan BEI. Pedoman Perilaku ini menjelaskan secara umum prinsip-prinsip dasar etika yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan dan prosedur yang berlaku di Perusahaan. Namun demikian, kebijakan dan prosedur yang ada di Perusahaan pada umumnya tidak dapat menjabarkan secara spesifik segala situasi yang mungkin akan terjadi. Untuk itu, prinsip-prinsip dasar etika yang diatur dalam Pedoman Perilaku ini digunakan sebagai acuan dasar untuk menghadapi segala perubahan situasi yang mungkin terjadi dan menjaga tata kelola yang baik di perusahaan.

    Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan Pedoman Perilaku ini, semua Karyawan diwajibkan untuk membaca, memahami, dan menandatangani Surat Pernyataan Pribadi Karyawan setiap dua tahun,  serta melaksanakan semua ketentuan dalam Pedoman Perilaku dalam perilaku sehari-hari.

    • Piagam Dewan Komisaris dan Direksi

    Piagam Dewan Komisaris dan Direksi adalah salah satu dokumen GCG yang berfungsi sebagai penjabaran dari Code of Corporate Governance di BEI. Piagam Dewan Komisaris dan Direksi menjadi pedoman kerja yang menjelaskan peran Dewan Komisaris dan Direksi serta hubungan kerja diantara keduanya, sehingga dapat meningkatkan nilai BEI, termasuk kinerja dan citra BEI.

    Pada Piagam Dewan Komisaris dan Direksi telah diatur detil mengenai organisasi Dewan Komisaris dan Direksi yang meliputi pengangkatan, masa jabatan dan cuti Dewan Komisaris dan Direksi. Selain itu, diatur pula:

    a. Etika jabatan Dewan Komisaris dan Direksi,
    b. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi termasuk pembagian kerja Dewan Komisaris dan Direksi.
    c. Batasan Kewenangan Finansial Dewan Komisaris dan Direksi.
    d. Ketentuan Rapat Dewan Komisaris, Rapat Direksi serta Rapat Dewan Komisaris dan Direksi.
    e. Organ Pendukung Dewan Komisaris dan Direksi yang disebut dengan Komite
    f. Hubungan Kerja antara:

    - Dewan Komisaris dan Direksi
    - Direksi dengan Pemegang Saham
    - Direksi dengan OJK

    g. Sekretaris Dewan Komisaris

    Pada Piagam Dewan Komisaris dan Direksi juga diatur tentang Penilaian Kinerja Direksi.

    • Komite dan Piagam Komite

    Dalam menjalankan peran, tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris dan Direksi dibantu oleh Komite untuk memberikan saran dan masukan kepada Dewan Komisaris dan Direksi. Dalam melaksanakan tugasnya, Komite bersifat mandiri dan bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris atau Direksi serta mengikuti ketentuan yang dituangkan dalam Piagam Komite.

    Secara umum, Piagam Komite memuat organisasi Komite yang meliputi persyaratan menjadi anggota Komite, pengangkatan dan masa kerja Komite. Selain itu juga memuat, antara lain:

    a.Standar etika Komite
    b. Tugas dan Fungsi Komite termasuk Rapat Komite dan Pelaporan
    c. Hubungan Kerja Komite dengan Unit Pendukung, Dewan Komisaris atau Direksi
    d. Penilaian Kinerja

    Komite-komite tersebut antara lain yaitu:

    a. Komite – komite untuk membantu tugas Dewan Komisaris, yaitu

    - Komite Audit yang berpedoman pada Piagam Komite Audit.

    Pembentukan Komite didasarkan pada Pasal 121 UU Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Peraturan OJK No. 58/59/60/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia/Kliring Penjaminan Efek Indonesia/Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Peraturan OJK No. 13/POJK.03/2017 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan Bab 5 tentang Peran Komite Audit.

    Piagam Komite Audit senantiasa dikinikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi. Piagam Komite Audit yang berlaku saat ini adalah Piagam Komite Audit versi 4.0 yang disahkan pada akhir tahun 2020. Piagam Komite Audit merupakan pedoman kerja bagi Komite Audit yang menjelaskan tugas dan fungsi anggota Komite Audit dalam menjalankan tugasnya sebagai organ pendukung Tata Kelola Perusahaan (GCG), dengan membantu Dewan Komisaris secara profesional, serta sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan standar etika yang berlaku di Perseroan. Dalam Piagam Komite Audit antara lain mengatur tentang keanggotaan Komite Audit (pengangkatan dan pemberhentian), tugas dan tanggung jawab dan wewenang Komite Audit. Ketua Komite Audit saat ini dijabat oleh salah satu anggota Dewan Komisaris yaitu bapak Mohammad Noor Rachman. Nama-nama Komite Audit selengkapnya serta agenda dan kehadiran rapat dimuat dalam Laporan Tahunan BEI.

    - Komite Remunerasi yang berpedoman pada Piagam Komite Remunerasi

    Dalam menjalankan tugasnya Komite Remunerasi memiliki Piagam Komite Remunerasi yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi Komite Remunerasi untuk membantu Dewan Komisaris dalam menelaah sistem remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi dan kebijakan remunerasi, serta melakukan evaluasi terhadap sistem remunerasi yang diterapkan oleh Perseroan. Dalam Piagam Komite Remunerasi antara lain mengatur  tentang keanggotaan Komite Remunerasi (pengangkatan dan pemberhentian), tugas dan tanggung jawab dan wewenang Komite Remunerasi. Ketua Komite Remunerasi saat ini dijabat oleh salah satu anggota Dewan Komisaris yaitu bapak Pandu Patria Sjahrir. Nama Komite Remunerasi selengkapnya serta agenda dan kehadiran rapat dimuat dalam Laporan Tahunan BEI.

    b. Komite - komite untuk membantu tugas Direksi, yaitu:

    - Komite Perdagangan Efek
    - Komite Penilaian Perusahaan
    - Komite Disiplin Anggota Bursa
    - Komite Pengarah Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko
    - Komite Investasi
    - Komite Anggaran
    - Komite DPLK
    - Komite Indeks

    Komite-komite tersebut di atas berpedoman pada Piagam Komite masing-masing. Nama-nama Komite selengkapnya serta agenda dan kehadiran rapat dimuat dalam Laporan Tahunan BEI.

    • Organ Pendukung GCG

    Selain Komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dan Direksi, terdapat organ pendukung lainnya yang membantu organ utama dalam menerapkan GCG, yaitu:

    a. Satuan Pemeriksa Internal

    SPI merupakan organ pendukung pelaksanaan GCG yang dapat memberikan jasa audit (assurance) dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional Perusahaan melalui pendekatan yang sistematis dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian internal dan proses corporate governance.

    Pejabat atau Kepala SPI, Tugas dan fungsi SPI secara detil dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi. Saat ini Kepala SPI adalah Hamzah Orbawan.

    b. Sekretaris Perusahaan

    Sekretaris Perusahaan adalah suatu fungsi yang dibentuk untuk berinteraksi dengan Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan lainnya, menjaga citra Perusahaan dan menjadi custodian dokumen Perusahaan.

    Sekretaris Perusahaan memiliki akses langsung ke Direksi dan bersinergi dengan divisi-divisi lain untuk mendapatkan informasi yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan tugasnya, antara lain yang terkait dengan:
    - Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
    - Rapat Direksi dan/atau Rapat Direksi dengan Dewan Komisaris
    - Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), termasuk melakukan pemanggilan RUPS/RUPSLB dan menyampaikan hasil RUPS/RUPSLB melalui siaran pers. Informasi undangan pelaksanaan RUPS/RUPSLB dapat dilihat disini.
    - Administrasi dokumen perusahaan
    - Program pengenalan Dewan Komisaris dan Direksi
    - Hubungan dengan masyarakat

    Sekretaris Perusahaan dan tugas Sekretaris Perusahaan secara detil dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi. Saat ini Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Yulianto Aji Sadono.

    c. Manajemen Risiko

    Tujuan utama penerapan manajemen risiko di BEI yaitu agar aktivitas usaha yang dilakukan oleh Perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan Perusahaan atau yang dapat mengganggu kelangsungan usaha Perusahaan.

    Dalam menjalankan proses manajemen risiko, BEI melakukan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko terhadap seluruh faktor-faktor risiko yang bersifat material.

    Pelaksanaan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko didukung oleh:

    - Sistem informasi manajemen yang tepat waktu.
    - Laporan yang akurat dan informatif mengenai kondisi keuangan Perusahaan, kinerja aktivitas fungsional dan eksposur risiko Perusahaan.

    Dalam penerapan manajemen risiko Perusahaan, BEI memiliki Divisi Manajemen Risiko yang tugas dan fungsinya secara detil dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi. Saat ini Kepala Divisi Manajemen Risiko dijabat oleh Yanuar Bhayu Setiawan.


  2. Sosialisasi yang berkesinambungan mengenai prinsip-prinsip CG
    BEI telah melakukan proses sosialisasi yang berkesinambungan mengenai prinsip-prinsip CG tersebut kepada seluruh karyawan dan stakeholder. Sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan prinsip-prinsip CG kepada seluruh karyawan, sehingga dalam menjalankan kegiatan operasional Perusahaan, karyawan selalu patuh terhadap ketentuan CG.

  3. Penilaian pihak ketiga atas pelaksanaan CG di BEI 
    BEI meyakini bahwa penilaian pihak ketiga akan meningkatkan kualitas CG.

  4. Sertifikasi Sistem Manajemen


 

Gagal Mengirim Data Tutup

Jangan ragu untuk memberikan informasi dan tanggapan Anda kepada kami

Kirim

Terima kasih atas kritik dan saran anda