Organisasi

Inarno Djajadi Direktur Utama

Menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Pria kelahiran Yogyakarta, 31 Desember 1962 ini memulai karier di bidang pasar modal sejak tahun 1991.

Sebelumnya menjabat sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991), Direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas (1991-1997), Direktur PT Mitra Duta Sekuritas (1997-1999), Direktur PT Widari Sekuritas (1999-1999), dan Direktur Utama PT Madani Sekuritas (2000-2003). Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama dan kemudian Komisaris serta Komisaris Utama PT KPEI (2003-2016), Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities (2013-2014), Komisaris Utama PT CIMB Niaga Securities (2014-2017), serta Komisaris BEI (2017-2018).

Beliau juga memiliki pengalaman di berbagai organisasi sepanjang karirnya, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) (1992-1994), anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia (2017-2020), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1981.

I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan

Ditetapkan sebagai Direktur Penilaian Perusahaan BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018.

Memulai kariernya di BEI sebagai pemeriksa pada Satuan Pemeriksa Keuangan (1997-2000), kemudian mendapat promosi sebagai Kepala Unit Satuan Pemeriksa Internal (2000-2003). Pada tahun 2009 diangkat sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil sampai dengan tahun 2014 dan jabatan terakhir di BEI sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I (2014-2018). Selain menjadi Kepala Divisi, I Gede Nyoman Yetna juga dipercaya menjadi Pengurus Perhimpunan Pendidikan Pasar Modal Indonesia pada tahun 2015-2016.

I Gede Nyoman Yetna sedang menyelesaikan pendidikan program doctoral dan beliau telah mendapatkan Doctor Candidate dari Program Studi Pascasarjana Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FE UI) pada tahun 2020. Sebelumnya memperoleh gelar Magister Akuntansi dan Sistem Informasi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) pada tahun 2003 dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dan Akuntan dari Universitas Udayana Denpasar, Bali pada tahun 1996. I Gede Nyoman Yetna juga memiliki sertifikasi Chartered Accountant (CA) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Laksono W. Widodo Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa

Menjabat sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Pria kelahiran di Bandung, 29 Agustus 1965 ini memulai kariernya di pasar modal sebagai Investment Analyst - PT Baring Securities Indonesia (1993-1995), Senior Investment Analyst - PT ING Baring Securities Indonesia (1995-1999), hingga menjadi Direktur - Head of Equity Research PT ING Securities Indonesia (1999-2004), Direktur - Head of Equity Research PT Macquarie Securities Indonesia (2004-2006), Direktur - Head of Equities PT Mandiri Sekuritas (2006-2008), Direktur - PT Ancora Investindo International (2008-2009), menjabat sebagai Staf Ahli untuk Kepala Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Anggota Komite Investasi BKPM (2009-2010), kemudian menjadi Direktur Utama - PT RBS Asia Securities Indonesia (2010-2011) dan terakhir menjabat sebagai Managing Director - Capital Markets di PT Mandiri Sekuritas (2011-2018).

Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1989 dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Hawaii at Manoa, Honolulu di tahun 1992.

Kristian S. Manullang Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan

Menjabat sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Pria kelahiran Jakarta pada 26 Juli 1965 ini pernah menduduki beberapa jabatan di BEI di antaranya sebagai Kepala Divisi Kepatuhan Anggota Bursa (2000-2012), Kepala Divisi Pengaturan dan Pemantauan Anggota Bursa (2012-2015) dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 (2015-2017). Selain itu, beliau juga pernah menjadi Pengurus Perhimpunan Pendidikan Pasar Modal Indonesia (P3MI) di tahun 2015 dan menjabat sebagai Komisaris PT Indonesia Capital Market Electronic Library (ICAMEL) (2015-2018).

Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.

Fithri Hadi Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko

Menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Pria kelahiran 25 November 1971 ini memiliki karir beragam di pelaku bisnis jasa keuangan dan regulator jasa keuangan. Mengawali karirnya di BEI sebagai Head of Information Technology Development and Outsourcing, kemudian pindah ke berbagai Perusahaan Sekuritas pada bidang TI dan juga bidang bisnis keuangan diantaranya pada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia - Wealth Management Service.

Beliau sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan yang menginisiasi inovasi jasa keuangan oleh Lembaga Jasa Keuangan dan Fintech dalam rangka persiapan pengembangan industri menyambut era internet economy.

Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Informatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994 dan menyandang gelar Master of Business Administration (MBA) dari IPMI-Business School pada tahun 2007.

Hasan Fawzi Direktur Pengembangan

Menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Pria kelahiran Purwakarta, 27 April 1970 ini memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem (1993 – 1997), kemudian bergabung dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan posisi terakhir sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi (1997 – 2008). Menjadi Direktur Penilai Harga Efek Indonesia PHEI (2008 – 2012) dan Direktur Utama KPEI selama dua periode (2012 – 2015 dan 2015 – 2018).

Beliau meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993, dan gelar Master of Business Administration (M.B.A.) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Université Pierre Mendes, Perancis, serta gelar Magister Manajemen (M.M.) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 2008.

Risa E. Rustam Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia

Menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia di BEI melalui RUPS pada tanggal 29 Juni 2018. Wanita kelahiran 11 Februari 1964 ini memulai karier di pasar modal tahun 1989 di HSBC-Custodial Services sebagai Staff Officer. Bergabung dengan PT Baring Securities Indonesia tahun 1991 sebagai Settlements Manager. Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur PT ING Securities Indonesia sejak tahun 1999, kemudian sebagai Direktur/COO di PT Macquarie Sekuritas mulai tahun 2004 sampai tahun 2016. Beliau juga aktif di berbagai Komite Kerja maupun Satuan Tugas di OJK, BEI, KPEI & KSEI sejak tahun 1998 sampai tahun 2016.

Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, dan sertifikasi CACP (Certification in Audit Committee Practices) dari Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). Pada bulan Maret 2021 beliau ditunjuk oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagai salah satu Advocates atau perwakilan Indonesia untuk Aliansi G20 EMPOWER dalam rangka meningkatkan promosi kepemimpinan perempuan dan pembangunan economics, serta menjadi praktis baik yg dapat diduplikasi oleh negara G20 dan Non-G20. Selain itu, sejak September 2021 beliau juga bertugas sebagai Ketua Bidang Pengembangan Pasar dari Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan Pasar Modal Indonesia.

John A. Prasetio Komisaris Utama

Komisaris Utama BEI sejak 21 Juni 2017. Lahir di Semarang tahun 1950.

Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Lippo Karawaci Tbk, Komisaris Independen di PT Global Mediacom Tbk, dan Senior Advisor Crowe Indonesia.

Beliau bertugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Korea Selatan mulai Oktober 2012 sampai 1 Februari 2017.

Sebelum penempatannya di Korea, beliau adalah Ketua APEC Business Advisory Council, Indonesia, Anggota Komite Ekonomi Nasional dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia.

Pengalaman yang dimilikinya, antara lain sebagai Executive Chairman Prasetio Utomo, Asia Pacific Chief Executive Officer/Area Managing Partner Andersen Worldwide, Senior Advisory Partner dari Ernst & Young Asia Pacific dan Chairman Ernst & Young Indonesia.

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1973 dan telah mengikuti berbagai program eksekutif di luar negeri, seperti Program Pengembangan Manajemen di Harvard Business School, Amerika Serikat pada tahun 1980.

 

Mohammad Noor Rachman

Menjabat sebagai Komisaris BEI sejak 25 Oktober 2018. Pria kelahiran Bantul, 20 Februari 1957 ini pernah menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Maybank Asset Management (2017 – 2020), Komisaris Utama dan Komisaris Indepeden PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (2018 – 2020).

Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Perum Peruri (2000 – 2007) dan Dewan Komisaris PT Waskita Toll Road (2018 – 2019). Beliau memulai karier di Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) tahun 1984. Selama berkarier di Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beliau ditugaskan di beberapa bidang antara lain; Kepala Biro Pemeriksaan & Penyidikan, Kepala Biro
Transaksi dan Lembaga Efek, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa, dan terakhir sebagai Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK tahun 2013 – 2017.

Beliau meraih gelar Sarjana di bidang Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982 dan S-2 dari Colorado State University, fort Collins, Colorado, AS pada tahun 1991. Memiliki sertifikat Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), Wakil Manajer Investasi (WMI), Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

Heru Handayanto Komisaris

Menjabat sebagai Komisaris BEI sejak 30 Juni 2020. Pria kelahiran Jakarta, 23 Februari 1971 ini juga menjabat sebagai Direktur Operasional PT Mandiri Sekuritas sejak 2017 hingga sekarang.

Sebelumnya pernah menjabat sebagai Dewan Komisaris PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (2016 – 2018). Beliau memulai kariernya di PT Danareksa (Persero) sebagai Assistant Manager Operating & Accounting Danareksa Finance, Operation Manager Treasury & Direct Investment, Senior Manager Risk Management. Pernah menjabat di Mandiri Sekuritas sebagai Assistant Vice President Risk Management,
Vice President Head of Finance & Accounting, Executive Vice President Group Head Finance, Accounting & Operations. Melanjutkan karier di PT CIMB Securities Indonesia sebagai Direktur Operasional dan di PT MNC Securities sebagai Corporate Secretary dan Direktur Operasional dan Keuangan.

Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi/Akuntansi di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada tahun 1995. Memiliki sertifikat Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), Wakil Manajer Investasi (WMI), dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE).

Karman Pamurahardjo Komisaris

Menjabat sebagai Komisaris BEI sejak 30 Juni 2020. Pria kelahiran Jakarta, 1 November 1966 ini juga menjabat sebagai President Director PT Profindo Sekuritas Indonesia sejak 2014 hingga sekarang.

Beliau memulai karier sejak tahun 1996 di PT Harita Kencana Securities dengan jabatan terakhir sebagai Direktur. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Executive Director di Deloitte Konsultan Indonesia member of Deloitte Touche; Executive Director PT Trimegah Securities Tbk; President Director PT Profindo Asia Investama. Beliau juga aktif di pasar modal sebagai Komite Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek
Indonesia (APEI), Komite Penilaian Perusahaan Efek BEI; Komite Hair Cut KPEI; Komite Kebijakan Kredit dan Pengendalian Risiko KPEI; Dewan Pembina Yayasan Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSPPMI).

Beliau meraih gelar Bachelor of Engineering in Electronics dari University of Auckland, New Zealand pada tahun 1990, Master of Business Administration (MBA) dari University of Technology, Sydney pada tahun 1995, dan Chartered Financial Analyst (CFA) dari CFA Institute, Charlottesville AS pada tahun 2001. Memiliki sertifikat Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), dan Wakil Manajer Investasi (WMI).

Pandu Patria Sjahrir Komisaris

Menjabat sebagai Komisaris BEI sejak 30 Juni 2020. Pria kelahiran Boston, 17 Mei 1979 ini juga menjabat sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk sejak 2011 hingga sekarang. Pada Tahun 2018 Toba terpilih sebagai Indonesia Best Companies oleh Majalah Forbes. Beliau kini juga menjabat sebagai Managing Partner Indies Capital Partners di Singapura dan Indonesia, Komisaris Utama Sea Group Indonesia (termasuk Shopee dan Garena), serta Komisaris PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).

Aktif dalam kegiatan berbagai asosiasi di antaranya sebagai Kepala Energi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 2015-2020, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) periode 2019-2024, Komisaris Endeavor Indonesia.

Beliau meraih gelar Bachelor of Arts, Economic, University of Chicago, AS pada tahun 2001 dan Master of Business of Administration (MBA), Stanford Graduate School of Business, AS pada tahun 2007. Pernah mendapat penghargaan sebagai Asia Society’s Asia 21 Young Leaders of 2013.

Gagal Mengirim Data Tutup

Jangan ragu untuk memberikan informasi dan tanggapan Anda kepada kami

Kirim

Terima kasih atas kritik dan saran anda