Waran Terstruktur

Waran Terstruktur atau Structured Warrant adalah Efek yang diterbitkan oleh lembaga keuangan, yang memberikan hak kepada pembelinya untuk menjual atau membeli suatu underlying securities pada harga dan tanggal yang telah ditentukan.

SPESIFIKASI WARAN TERSTRUKTUR

No Kriteria Keterangan
1 Kode Efek

[Underlying][2 huruf kode Perusahaan Penerbit][Jenis Waran Terstruktur = C/P][Bulan Jatuh Tempo][Tahun Jatuh Tempo][Kode unik]

contoh:
ABCDXXCF2A
Call Warrant ABCD diterbitkan oleh XX Sekuritas dengan jatuh tempo pada tanggal 28 January 2022

KODE BULAN JATUH TEMPO WARAN TERSTRUKTUR

Month Month Code
Januari F
Februari G
Maret H
April J
Mei K
Juni M
Juli N
Agustus Q
September U
Oktober V
November X
Desember Z
2 Underlying

Saham Konstituen Indeks Efek IDX30

3 Fraksi Harga Mengikuti fraksi harga Efek bersifat Ekuitas (Peraturan Bursa Nomor II-A tentang perdagangan Efek bersifat Ekuitas)
4 Exercise Exercise Waran Terstruktur dilakukan secara otomatis ketika in-the-money pada tanggal jatuh tempo secara tunai (European style – cash settlement)
5 Perhitungan harga penyelesaian Rata-rata harga penutupan underlying selama 5 hari sebelum tanggal jatuh tempo Waran Terstruktur
6 Periode Penyelesaian

Perdagangan di Pasar Sekunder : T+2
Penyelesaian hak (exercise) : T+3

7 Jatuh Tempo Structurred Warrant 2 Bulan sampai 2 Tahun
8 Waktu Perdagangan Mengikuti jam perdagangan Efek bersifat Ekuitas (Peraturan Bursa Nomor II-A tentang perdagangan Efek bersifat Ekuitas)
9 Batasan Perubahan Harga Tidak terdapat batasan perubahan harga maksimum untuk Waran Terstruktur
10 Auto Rejection Sama atau melebihi harga perdagangan terakhir underlying securities-nya
11 Hari Perdagangan Terakhir

3 (tiga) Hari Bursa sebelum tanggal jatuh tempo, untuk perdagangan Waran Terstruktur di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi;

1 (satu) Hari Bursa sebelum tanggal jatuh tempo, untuk perdagangan Waran Terstruktur di Pasar Tunai.

MANFAAT WARAN TERSTRUKTUR

  1. Leverage

    Dengan modal relatif kecil, dapat memiliki hak untuk membeli (Call) atau menjual (Put) underlying securities pada harga dan tanggal tertentu, sehingga persentase potensi keuntungan Waran Terstruktur cenderung lebih besar daripada underlying securities-nya, begitupun sebaliknya.

  2. Potensi Keuntungan Tidak Terbatas

    Potensi keuntungan yang akan diperoleh investor tidak terbatas, tergantung dari pergerakan harga underlying securities. Sedangkan maksimum potensi kerugian yang dialami hanya sebatas harga Waran Terstruktur.

  3. Lindung Nilai Investasi

    Put Warrant dapat digunakan sebagai sarana lindung nilai dengan mengunci harga jual underlying securities. Ketika harga underlying turun, Investor dapat mendapatkan keuntungan dari perdagangan dan/atau exercise Put Warrant

  4. Likuiditas Tinggi

    Waran Terstruktur biasanya mempunyai likuiditas yang tinggi karena Perusahaan Penerbit wajib menjadi Liquidity Provider dan dapat menunjuk Anggota Bursa lain sebagai Liquidity Provider (jika ada)

TIPE WARAN TERSTRUKTUR:

  1. Call Warrant

    Investor memiliki Hak untuk Membeli underlying securities (Saham) pada harga dan jangka waktu tertentu.

  2. Put Warrant

    Investor memiliki Hak untuk Menjual underlying securities (Saham) pada harga dan jangka waktu tertentu.

STRATEGI BERTRANSAKSI WARAN TERSTRUKTUR


Membeli CALL WARRANT apabila memiliki prediksi harga underlying securities (Saham) naik


Membeli PUT WARRANT apabila memiliki prediksi harga underlying securities (Saham) turun

FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI HARGA WARAN TERSTRUKTUR

Price Underlying Price Exercise Spice Underlying Votality Lifespan Dividend Yield Interest Rate
  Increase Decrease Increase Decrease Increase Decrease Long Short Increase Decrease Increase Decrease
Call SW                        
Put SW                        
  1. HARGA UNDERLYING

    Naiknya harga underlying securities akan menyebabkan harga Call Warrant naik karena kemungkinan waran tersebut jatuh tempo dalam kondisi In The Money akan meningkat, sementara harga Put Warrant akan turun karena kemungkinan waran tersebut jatuh tempo dalam kondisi In The Money akan semakin kecil. Sebaliknya, ketika harga underlying securities turun, maka harga Call Warrant akan turun dan harga Put Warrant akan naik.

  2. EXERCISE PRICE

    Call Warrant dengan harga exercise yang tinggi memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk jatuh tempo dalam kondisi In The Money, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, harga Call Warrant dengan underlying securities dan tanggal jatuh tempo yang sama namun dengan harga exercise yang lebih tinggi akan lebih murah dibandingkan dengan Call Warrant dengan harga exercise yang lebih rendah.
    Berbanding terbalik dengan Call Warrant, harga Put Warrant dengan underlying securities dan tanggal jatuh tempo yang sama namun dengan harga exercise yang lebih tinggi akan lebih mahal dibandingkan dengan Put Warrant dengan harga exercise yang lebih rendah.

  3. VOLATILITAS UNDERLYING

    Volatilitas underlying adalah salah satu faktor penentu harga Waran Terstruktur. Volatilitas historis mencerminkan fluktuasi harga dari harga underlying dalam jangka waktu tertentu di masa lalu.
    Implied volatility adalah ekspektasi terhadap fluktuasi harga underlying atas masa berlaku Waran Terstruktur. Semakin tinggi implied volatility aset underlying, maka semakin tinggi risiko fluktuasi harga underlying sehingga, semakin besar kemungkinan Waran Terstruktur tersebut jatuh tempo dalam kondisi In The Money dan investor dapat mendapatkan laba yang lebih tinggi. Harga Waran Terstruktur dengan implied volatility yang tinggi akan semakin mahal, baik untuk Call Warrant maupun Put Warrant. Kondisi sebaliknya juga berlaku apabila ekspektasi pasar atas fluktuasi harga underlying cenderung stabil.

  4. LIFESPAN WARAN TERSTRUKTUR

    Apabila lifespan atau masa berlaku Waran Terstruktur semakin lama, maka harga Waran Terstruktur akan semakin tinggi. Hal tersebut disebabkan kemungkinan harga underlying akan bergerak menuju harga yang diharapkan investor Waran Terstruktur pada saat jatuh tempo semakin tinggi.

  5. DIVIDEND YIELD UNDERLYING

    Meskipun dividend yield underlying tidak berpengaruh secara langsung terhadap harga Waran Terstruktur, dividend yield underlying sangat erat kaitannya dengan harga underlying-nya. Semakin tinggi dividend yield underlying, maka akan semakin rendah harga underlying tersebut pada periode ex-div. Perubahan harga underlying akan berdampak ke turunnya harga Waran Terstruktur.
    Namun dalam praktiknya, dividend yield underlying kemungkinan telah dimasukkan ke dalam harga Waran Terstruktur oleh Perusahaan Penerbit pada saat penerbitan. Oleh karena itu, dividend yield underlying cenderung memiliki dampak terbatas pada harga Waran Terstruktur pada tanggal ex-dividen.

  6. SUKU BUNGA

    Suku bunga mempengaruhi harga Waran Terstruktur melalui holding cost pembelian underlying untuk melindungi nilai Waran Terstruktur yang dijual. Kenaikan tingkat suku bunga akan menyebabkan kenaikan harga underlying securitiesnya, sehingga harga Call Waran akan naik. Begitupun sebaliknya.