Layanan Data BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan data perdagangan real time dalam bentuk Data Feed format.

Paket Data Feed


Paket Data Feed yang ditawarkan adalah:

  1. Data Feed versi G4.03d

    Datareal time yang tersedia dalam paket ini adalah: Order, Trade, Index, News,danStock Summary.

  2. Data Feed versi G4.22c

    Data real time yang tersedia dalam paket ini adalah: Order Book (5 level), Trade, Index, News,danStock Summary

Pelanggan Data Feed

Pelanggan Data Feed BEI dibedakan menjadi 2 sebagai berikut:

  1. Data Vendor, yaitu perusahaan yang menggunakan Data BEI untuk didistribusikan kembali kepada pihak ketiga.

  2. Anggota Bursa, yaitu Anggota Bursa BEI yang menggunakan Data BEI untuk keperluan Back Office, Front Office dan Online Trading.

  3. Anggota Bursa yang menggunakan Data BEI selain yang ditentukan (mendistribusikan kepada pihak ketiga) akan diperlakukan sebagai Vendor.

Pelanggan Data Feed dapat memperoleh Data Feed langsung dari BEI atau melalui Vendor Pelanggan Data Feed (Authorized Vendor). Pelanggan yang memperoleh Data Feed dari Authorized Vendor untuk didistribusikan kepada pihak ketiga disebutRe-Vendor. Semua Pelanggan Data Feed (Vendor dan Anggota Bursa) baik yang menerima data dari BEI maupun dari Vendor berkewajiban membuat Perjanjian dengan BEI.

Struktur Biaya Data Feed

Biaya Data Feed adalah sebagai berikut:

  1. Biaya Berlangganan (Subscription Fee)*
    *Biaya Berlangganan tidak dikenakan kepada Anggota Bursa (syarat dan ketentuan berlaku).

  2. Biaya Koneksi Tambahan (Additional Port Connection Fee)

  3. Biaya Informasi (Information Fee)

  4. Simpanan Jaminan (Security Deposit)*
    *Simpanan Jaminan tidak dikenakan kepada Anggota Bursa (syarat dan ketentuan berlaku).

Prosedur Berlanggan

Calon pelanggan wajib menyerahkan:

  • Formulir Pendaftaran yang sudah dilengkapi

  • Persetujuan tentang isi Perjanjian Layanan Data

Formulir Pendaftaran

Formulir Pendaftaran dapat diminta melalui e-mail idxdata@idx.co.id.

Spesifikasi Teknis

Spesifikasi Teknis dapat diminta melalui e-mail idxdata@idx.co.id.

Unit Pengelolaan & Penyebaran Informasi Perdagangan
Divisi Pendukung Perdagangan
PT Bursa Efek Indonesia
Telp. : +6221-5150515 
Fax : +6221-5150110
E-mail :idxdata@idx.co.id

Bond Reporting

Latar Belakang

Latar Belakang diberlakukannya kewajiban melaporkan transaksi Efek melalui CTP PLTE (Penerima Laporan Transaksi Efek), antara lain:

  • Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) Nomor X.M.3 tentang Pelaporan Transaksi Efek

  • Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-338/BL/2009 Tanggal 30 September 2009 Tentang Penunjukkan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Selaku Penerima Laporan Transaksi Efek

Transaksi Efek yang wajib dilaporkan

Transaksi Efek yang wajib dilaporkan sesuai dengan peraturan X.M.3 adalah transaksi atas Efek bersifat utang dan Sukuk yang telah dijual melalui Penawaran Umum, Surat Berharga Negara, dan Efek lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam dan LK untuk dilaporkan, yang diperdagangkan di pasar sekunder

Transaksi Yang Wajib Dilaporkan

  • Jual beli putus (outright);
  • Hibah(Donation);
  • Warisan(Inheritance);
  • Tukar menukar(Barter);
  • Pengalihan karena penetapan pengadilan (Legal Transfer);
  • Pengalihan karena penggabungan, peleburan, atau pengambilalihan(Merger & Acqusition);
  • Pinjam meminjam (SLB);
  • Transaksi jual dengan janji beli kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan (repurchase agreement/repo);
  • Pemindahbukuan Efek yang dilakukan oleh Pihak dengan identitas yang sama (In House Transfer);
  • Pembelian kembali (buy back);
  • Peralihan Efek dalam rangka penciptaan dan pembelian kembali (pelunasan) Unit Penyertaan Reksa Dana yang diperdagangkan di Bursa Efek (Redeem);
  • Konversi menjadi Efek lain (Convertion);
  • Penjaminan Efek selain dalam rangka Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa yang ditempatkan pada Lembaga Kliring dan Penjaminan (Guaranty); dan
  • Jenis transaksi lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam dan LK (Others).

Yang wajib melaporkan transaksi 

Setiap Pihak yang melakukan Transaksi Efek Wajib lapor ke Bapepam&LK melalui PLTE, dengan ketentuan :

  1. Jika transaksi dilakukan di Bursa, pelaporan otomatis telah dilakukan melalui Bursa (BEI)

  2. Jika transaksi di luar Bursa :

    • untuk Transaksi Efek yang dilakukan oleh atau melalui Partisipan, maka pelaporan atas Transaksi Efek tersebut otomatis dilakukan oleh Partisipan
    • untuk Transaksi Efek yang dilakukan tidak melalui Partisipan namun penyelesaiannya dilakukan melalui Partisipan, maka pelaporannya otomatis dilakukan oleh Partisipan yang menyelesaikan Transaksi Efek dimaksud
    • dalam hal Transaksi Efek dan penyelesaiannya dilakukan tidak melalui Partisipan maka pelaporan atas Transaksi Efek tersebut wajib dilakukan melalui Partisipan yang ditunjuk oleh pihak yang melakukan Transaksi Efek dimaksud
    • dalam hal Transaksi Efek dilakukan dengan Pemerintah atau Bank Indonesia maka pelaporan atas Transaksi Efek tersebut wajib dilakukan oleh lawan transaksi melalui Partisipan, sesuai dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam ketentuan 2a, 2b dan 2c
    • dalam hal Transaksi Efek berupa konversi menjadi Efek lain maka pelaporan atas Transaksi Efek tersebut wajib dilakukan oleh pihak yang mengkonversi menjadi Efek lain tersebut melalui Partisipan, sesuai dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam ketentuan 2a, 2b dan 2c

Sistem Pelaporan Elektronik Transaksi Efek melalui Central Trading Platform (CTP)

Tata Cara Pelaporan

  1. Pelaporan dilakukan selambat-lambatnya 30 menit dengan ketentuan sbb :

    • Setelah Transaksi Efek terjadi jika Transaksi Efek dilakukan oleh atau melalui Partisipan; atau
    • Setelah instruksi penyelesaian diterima oleh Partisipan, apabila Transaksi Efek tidak dilakukan melalui Partisipan tetapi penyelesaian Transaksi Efek tersebut dilakukan melalui Partisipan dimaksud
    • Setelah Partisipan menerima laporan Transaksi Efek, apabila Transaksi Efek dan penyelesaian Transaksi Efek tersebut tidak dilakukan melalui Partisipan dimaksud
  2. Partisipan memilih jenis pelaporan transaksi, yaitu :

    • Untuk kewajiban pelaporan; atau
    • Untuk kewajiban pelaporan dan Tambahan Layanan (VAS-Value Added Service
  3. Pelaporan atas Transaksi Efek melalui CTP-PLTE dilakukan oleh Partisipan dengan ketentuan sbb :

    • Dalam hal transaksi dilakukan antar atau melalui Partisipan, maka :
      • Partisipan jual memasukkan pelaporan Transaksi Efek dan selanjutnya dikonfirmasi oleh Partisipan beli
      • Dalam hal Partisipan beli tidak melakukan konfirmasi atas pelaporan Transaksi Efek sebagaimana dimaksud dalam Peraturan X.M.3 sampai dengan akhir hari kerja, maka pelaporan tersebut akan tercatat pada hari kerja berikutnya dengan status belum terkonfirmasi
    • Dalam hal Transaksi Efek dilakukan antara Partisipan dengan Pihak yang bukan Partisipan, maka pelaporan Transaksi Efek tersebut dimasukkan ke CTP-PLTE oleh Partisipan
    • Dalam hal Transaksi Efek dilakukan antar Pihak yang bukan Partisipan, maka pelaporan Transaksi Efek dilakukan oleh Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian dari pihak yang melakukan Transaksi Efek tersebut atau Partisipan yang ditunjuk, dengan ketentuan sbb :
      • Apabila Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian atau Partisipan yang ditunjuk oleh masing-masing Pihak tersebut sama, maka pelaporan dimasukkan ke CTP-PLTE oleh Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian atau Partisipan yang ditunjuk tersebut
      • Apabila Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian atau Partisipan yang ditunjuk oleh masing-masing Pihak tersebut berbeda, maka :
        1. Pelaporan dilakukan oleh Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian jual atau Partisipan yang ditunjuk oleh Pihak jual, dan selanjutnya dikonfirmasi oleh Kustodian beli atau Partisipan yang ditunjuk oleh Pihak beli
        2. Apabila Kustodian beli atau Partisipan yang ditunjuk oleh Pihak beli tidak melakukan konfirmasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. X.M.3 sampai dengan akhir hari kerja, maka pelaporan Transaksi Efek tersebut akan tercatat pada hari kerja berikutnya dengan status belum terkonfirmasi

Proses Pelaporan melalui CTP PLTE (Penerima Laporan Transaksi Efek)

  1. Proses Pelaporan 2 sisi (PE/Bank – PE/Bank)

    • PE/Bank bertransaksi dengan PE/Bank lainnya
    • PE/Bank Jual melaporkan/meng-input transaksi yang dilakukannya tersebut melalui sistem PLTE
    • PE/Bank Beli mengkonfirmasi transaksi melalui sistem PLTE
    • Data transaksi diterima oleh Bapepam-LK
    • Pada akhir hari PE/Bank yang melaporkan dan/atau mengkonfirmasi transaksi akan menerima Daftar Pelaporan Transaksi Obligasi (DPTO)
    • PE/Bank menyelesaikan transaksinya
    • BI dan KSEI mengirimkan data penyelesaian ke sistem PLTE
    • Hasil konsolidasi data pelaporan dan data penyelesaian dikirimkan ke Bapepam-LK untuk keperluan selanjutnya
  2. Proses Pelaporan 1 sisi (PE/Bank – Investor)

    • Investor bertransaksi dengan Investor lainnya
    • Investor melaporkan transaksinya ke Kustodiannya (Kustodian Investor Jual adalah juga Kustodian Investor Beli)
    • Kustodian melaporkan transaksi Investornya tersebut ke sistem PLTE
    • Data transaksi diterima oleh Bapepam-LK
    • Pada akhir hari Kustodian yang melaporkan dan/atau mengkonfirmasi transaksi akan menerima Daftar Pelaporan Transaksi Obligasi (DPTO)
    • Kustodian menyelesaikan transaksinya
    • BI dan KSEI mengirimkan data penyelesaian ke sistem PLTE

      Hasil konsolidasi data pelaporan dan data penyelesaian dikirimkan ke Bapepam-LK untuk keperluan selanjutnya

Jam Pelaporan

Ketentuan jam pelaporan ditetapkan dengan ketentuan :

  1. Dalam hal transaksi terjadi, dilaporkan, atau diinstruksikan penyelesaiannya kepada Partisipan sebelum jam pelaporan, maka batas waktu pelaporan dihitung sejak jam pelaporan dibuka pada hari yang sama dengan transaksi terjadi atau transaksi dilaporkan kepada Partisipan.
  2. Dalam hal transaksi terjadi, dilaporkan atau diinstruksikan penyelesaiannya kepada Partisipan setelah jam pelaporan, maka batas waktu pelaporan dihitung sejak jam pelaporan dibuka pada hari kerja selanjutnya sejak transaksi terjadi atau transaksi dilaporkan kepada Partisipan.

Data Histories BEI

Data historis transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia dapat di akses dan diunduh melalui menu berikut ini:

  1. Data Pasar – Ringkasan Indeks

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah data Ringkasan Indeks Saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

  2. Data Pasar – Rekapitulasi

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah data volume, nilai dan frekuensi  yang ada di Bursa Efek Indonesia.

  3. Data Pasar – Ringkasan Saham

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah data volume, nilai dan frekuensi perdagangan saham dari perusahaan tercatat serta data bid, ask dan data perdagangan saham lainnya yang ada di Bursa Efek Indonesia.

  4. Data Pasar – Ringkasan Broker

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah data volume, nilai dan frekuensi dari Broker yang menjadi Anggota Bursa di Bursa Efek Indonesia.

  5. Perusahaan Tercatat – Laporan Keuangan & Tahunan

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah Laporan Keuangan & Tahunan Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

  6. Perusahaan Tercatat – Prospektus

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah prospektus dari Perusahaan Tercatat yang ada di Bursa Efek Indonesia.

  7. Perusahaan Tercatat – Keterbukaan Informasi

    Data yang dapat diperoleh melalui submenu ini adalah data Kterbukaan Informasi yang dsubmit oleh Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Data terkait Laporan Keuangan & Tahunan serta data Prospektus Perusahaan Tercatat yang dipublish di website adalah data 3 tahun terakhir. Untuk data yang lebih lengkap, dapat diunduh pada Website TICMI. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai data yang tersedia dan cara mendapatkan data-data historis perdagangan Bursa silahkan hubungi Call Center IDX (email : callcenter@idx.co.id).